3 November 2026

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik se-Indonesia

MALANG, Quick respon— Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin jalannya panen raya komoditas tebu, padi, dan kedelai secara serentak di 43 titik di seluruh wilayah Indonesia pada Jumat (17/7/2026). Agenda berskala nasional yang berpusat di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini menjadi momentum krusial dalam mempercepat terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan nasional.

​Kepala Negara mendarat di Malang menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 setelah bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

​Kolaborasi Tiga Matra TNI Dukung Ketahanan Pangan

​Program panen raya serentak kali ini merupakan hasil kolaborasi dan pendampingan nyata dari tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lahan-lahan binaan mereka. Seskab Teddy Indra Wijaya merinci bahwa dari total 43 titik lokasi panen, pembagiannya meliputi:

  • ​31 Titik Panen Padi: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Darat (AD).
  • ​8 Titik Panen Tebu: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Udara (AU).
  • ​4 Titik Panen Kedelai: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Laut (AL).

​Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan kontribusi signifikan dari pendampingan ini. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD pada budidaya padi telah mencakup 6,26 juta hektare dengan estimasi produksi mencapai 19,2 juta ton beras. Angka ini setara dengan menyokong 55,24 persen dari total target produksi beras nasional tahun 2026.

​Sementara itu, TNI AU mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi hasil 1,36 juta ton gula (setara 45,05 persen target nasional), dan TNI AL mengawal budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare.

​Integrasi Hulu ke Hilir di Lanud Abdulrachman Saleh

​Dipilihnya Lanud Abdulrachman Saleh Malang sebagai pusat seremoni juga bukan tanpa alasan. Lokasi ini diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tebu yang dipanen tidak hanya diolah menjadi gula pasir, melainkan juga dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol (bahan bakar ramah lingkungan), pupuk organik, serta produk industri bernilai tambah lainnya.

​”Melalui kegiatan ini, Bapak Presiden Prabowo ingin memastikan penguatan sektor pangan dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan langsung kepada petani, hingga proses hilirisasi guna memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya.

​Selain melakukan prosesi panen secara simbolis, Presiden Prabowo didampingi jajaran menteri dan Panglima TNI juga meninjau berbagai stan pameran program unggulan serta inisiatif hilirisasi pertanian yang diinisiasi oleh prajurit TNI bersama kelompok tani setempat

(Mnur)

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur dan Antisipasi Longsor, Pemdes Tegalpanjang Bogor Tuntaskan Pembangunan TPT Tahap I 2026 ​BOGOR — Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur wilayah dan menjaga keselamatan warga. Melalui pemanfaatan Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun Anggaran 2026, Pemdes Tegalpanjang secara resmi telah merampungkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dua lokasi strategis. ​Adapun dua titik fokus pembangunan TPT tersebut berlokasi di Kampung Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kampung Cibeureum Cibarengkok. Pembangunan ini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi ancaman pergeseran tanah serta memperkokoh akses transportasi masyarakat setempat. ​Kepala Desa Tegalpanjang, Hj. Ratna Dewi, menegaskan bahwa realisasi anggaran Bantuan Keuangan ini diarahkan sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait kestabilan infrastruktur desa. ​”Pembangunan TPT di Kp. Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kp. Cibeureum Cibarengkok ini merupakan wujud nyata komitmen Pemdes Tegalpanjang dalam mengoptimalkan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun 2026. Kami menyadari betul pentingnya TPT ini, bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga benteng pencegah potensi longsor yang menjaga keamanan pemukiman warga serta menjamin kelancaran aktivitas perekonomian lokal,” ujar Hj. Ratna Dewi. ​Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pengerjaan dijalankan secara transparan dan melibatkan peran aktif swakelola masyarakat setempat. ​”Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas alokasi bantuan ini, serta seluruh warga Tegalpanjang yang bergotong-royong mendukung proses pembangunannya. Semoga TPT yang telah dibangun ini membawa manfaat jangka panjang, memberikan rasa aman, dan semakin mendorong kemajuan Desa Tegalpanjang,” tambahnya. ​Pelaksanaan proyek infrastruktur ini berlandaskan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, antara lain: • ​Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 3 Tahun 2024), yang memberikan kewenangan kepada desa dalam mengelola pembangunan dan hak asal usul demi kesejahteraan masyarakat. • ​Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang menjadi pedoman tata kelola transparansi dan akuntabilitas anggaran desa. • ​Peraturan Bupati Bogor tentang Tata Cara Pengalokasian dan Penyaluran Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, sebagai dasar hukum teknis pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana di wilayah Kabupaten Bogor. ​Dengan rampungnya pembangunan TPT di dua lokasi tersebut, Pemdes Tegalpanjang berharap daya tahan lingkungan semakin meningkat dan mobilisasi warga antar-kampung dapat berjalan lebih aman dan lancar. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *