JAKARTA, Quick respon— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi gerakan tanah atau tanah longsor di beberapa titik ibu kota. Berdasarkan hasil analisis data, sebanyak sembilan kecamatan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk dalam kategori menengah rawan gerakan tanah.
Prakiraan ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dari Badan Geologi dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Sembilan kecamatan yang teridentifikasi memiliki kerawanan gerakan tanah berada di kawasan selatan dan timur Jakarta yang memiliki kontur tanah berbukit atau berbatasan langsung dengan aliran sungai:
Jakarta Selatan (5 Kecamatan):
1 . Cilandak
2 . Jagakarsa
3 . Kebayoran Baru
4 . Mampang Prapatan
5 .Pasar Minggu
Jakarta Timur (4 Kecamatan):
1 . Kramat Jati
2 . Pasar Rebo
3 . Cipayung
3 .Ciracas
Penyebab dan Karakteristik Kerawanan
Gerakan tanah pada zona menengah ini umumnya dipicu oleh kondisi tanah yang jenuh air akibat guyuran hujan berdurasi lama atau dengan intensitas tinggi yang terjadi secara mendadak.
“Pada zona menengah ini, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan langsung dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau area lereng yang mengalami gangguan kestabilan.”
— BPBD DKI Jakarta.
Langkah Antisipasi dan Imbauan untuk Warga
Guna meminimalkan risiko dan menghindari jatuhnya korban, BPBD DKI Jakarta meminta pihak kecamatan, kelurahan, serta masyarakat setempat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi berikut:
Deteksi Dini Retakan: Segera periksa lingkungan sekitar, terutama jika muncul retakan baru pada tanah, jalan, halaman rumah, atau tembok bangunan setelah diguyur hujan.
Pantau Kemiringan Objek: Waspadai apabila ada pohon, tiang listrik, atau pagar yang mendadak miring secara tidak wajar.
Bersihkan Saluran Air: Pastikan sistem drainase di sekitar lereng atau tebing berfungsi dengan baik agar air tidak merembes dan menjenuhkan struktur tanah di dalam lereng.
Gunakan Layanan Darurat: Jika menemukan tanda-tanda awal longsor atau membutuhkan pertolongan darurat, segera hubungi pusat layanan ambulans dan penyelamatan Jakarta Siaga di nomor 112 (bebas pulsa).
(Mnur)

