JAKARTA, Quick respons-— Masyarakat Ibu Kota dihebohkan dengan penemuan puluhan hingga ratusan senjata api (senpi) beserta ribuan butir amunisi di area sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan. Temuan tak biasa di lingkungan pendidikan ini langsung ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian.
Penemuan Awal di Area Sekolah
Penemuan benda berbahaya tersebut pertama kali diketahui saat petugas kebersihan/pengelola sekolah sedang melakukan pembersihan dan penataan di salah satu ruangan yang jarang digunakan. Petugas yang curiga dengan keberadaan beberapa kotak kayu dan tas keras (hardcase) segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Tim gabungan dari Polrestro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area serta pengamanan barang bukti.
“Kami mengamankan berbagai jenis senjata api, baik laras panjang maupun laras pendek, beserta sejumlah besar amunisi aktif. Saat ini lokasi sudah disterilkan untuk kepentingan penyelidikan,” ujar perwakilan kepolisian di lokasi kejadian.
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Guna mengungkap asal-usul dan motif keberadaan senjata api tersebut di lingkungan sekolah, kepolisian mengambil beberapa langkah cepat:
- Uji Laboratorium Forensik (Labfor): Seluruh senjata api dan amunisi dibawa ke Labfor Polri untuk menguji kelayakan, melacak nomor seri, serta memastikan status kepemilikannya (apakah rakitan atau pabrikan resmi).
- Pemeriksaan Saksi: Polisi telah meminta keterangan dari pengurus yayasan, pihak pimpinan sekolah, petugas keamanan, serta saksi-saksi terkait yang memiliki akses ke area penyimpanan tersebut.
- Penelusuran Histori Bangunan: Penyelidikan juga mendalami rekam jejak penggunaan ruangan tempat senjata ditemukan untuk memetakan siapa saja pihak yang pernah menempati atau mengelola area tersebut sebelum penemuan.
Tanggapan Pihak Sekolah dan Imbauan Masyarakat
Pihak manajemen sekolah menyatakan siap kooperatif penuh dengan aparat kepolisian untuk membongkar asal-usul benda berbahaya tersebut. Pihak sekolah juga memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berjalan aman dan kondusif dengan pengawasan ekstra dari pihak berwajib.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi secara berlebihan dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak penyidik hingga temuan ini terang benderang.
(Mnur)

