GUNUNGKIDUL Quik Respon – Jagat media sosial dihebohkan oleh video percekcokan antara seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dengan pedagang bakmi jawa di kawasan Wonosari. Aksi tak terpuji wakil rakyat tersebut mendadak tular dan memicu amarah warganet setelah diunggah oleh salah satu akun warga di platform TikTok dan X.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, insiden berawal saat oknum pejabat daerah tersebut memesan beberapa porsi bakmi untuk dibungkus
Saat melakukan pembayaran, terjadi kesalahpahaman terkait uang kembalian pecahan kecil (receh). Oknum tersebut diduga tidak terima dan memaki pedagang dengan nada tinggi sembari menunjuk-nunjuk wajah sang penjual di hadapan pembeli lain.
“Dia marah-marah bilang pelayanannya jelek dan sempat menepuk meja kasir keras-keras hanya karena uang kembaliannya kurang Rp 2.000 dan sedang diambilkan recehan oleh pembantu warung,” ujar salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Sikap arogan oknum anggota dewan tersebut menuai respons tajam dari publik
Kolom komentar media sosial langsung dibanjiri kritik pedas yang menyesalkan perilaku tidak etis seorang pejabat publik terhadap warga kecil.
Tanggapan Badan Kehormatan DPRD
Menanggapi berita viral tersebut, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gunungkidul menyatakan akan segera memanggil oknum yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. BK menegaskan bahwa setiap anggota dewan wajib menjaga etika dan norma sopan santun di tengah masyarakat, terlepas dari jabatan yang diemban.
Sementara itu, pihak pedagang bakmi mengaku trauma atas insiden tersebut, namun memilih untuk tidak memperpanjang masalah secara hukum dan berharap ada iktikad baik berupa permohonan maaf secara terbuka dari oknum pejabat terkait.
(Mnur)

