JAKARTA, Quick Respons-– Kisah haru sekaligus penuh ketegangan datang dari seorang ayah berinisial Mnur (50-an), warga Jakarta. Selama tiga dekade atau 30 tahun terakhir, Mnur hidup dengan membawa beban fisik dan mental yang berat akibat penyakit hernia atau turun berok. Ia berhasil menyembunyikan kondisinya dari rekan kerja dan atasan demi mempertahankan karirnya, namun kini ia ingin berbagi pesan penting agar orang lain tidak mengalami nasib serupa.
Mnur memulai kariernya di sebuah perusahaan swasta sejak usia muda
Tak lama setelah bergabung, ia mulai merasakan gejala hernia. Namun, ketakutan akan dipecat atau dianggap tidak mampu bekerja lagi membuatnya memilih untuk diam. “Dulu saya sangat takut. Jika ketahuan punya penyakit ini, saya yakin tidak akan dipakai lagi di perusahaan tersebut. Jadi, saya pilih untuk menanggungnya sendiri,” kenang Mnur.
Selama 30 tahun, Mnur menjalani hari-harinya dengan rasa sakit yang kambuh sewaktu-waktu
Ia mengembangkan berbagai cara untuk menutupi kondisinya, seperti menghindari angkat beban berat di depan umum atau menggunakan penyangga khusus yang tersembunyi di balik pakaian kerjanya. Di luar pekerjaan, ia berusaha tampil ceria dan normal di hadapan istri dan ketiga anaknya, meski dalam hati sering kali ia menahan perih.
“Teman-teman terdekat sebenarnya sudah banyak yang menyarankan untuk segera operasi. Tapi saat itu ego dan rasa takut saya lebih besar. Saya mengabaikan semua saran mereka dan memilih menyendiri saat rasa sakit itu datang,” aku Mnur.
Titik balik terjadi ketika kondisi kesehatannya semakin memburuk dan ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus-menerus lari dari kenyataan. Nasehat tulus dari sang istri, pendamping hidupnya selama ini, akhirnya membuka mata Mnur. Istrinya meyakinkan bahwa kesehatan adalah prioritas utama dan keluarga akan tetap mendukung apapun keputusannya.
“Dengan dorongan kuat dari istri, akhirnya saya memberanikan diri untuk menjalani operasi
Rasanya lega sekali setelah beban 30 tahun itu hilang,” ujarnya dengan nada haru.
Melalui pengalamannya, Mnur ingin mengirimkan pesan keras kepada masyarakat
khususnya para pria yang mungkin mengalami gejala serupa. “Ingat, untuk teman-teman yang punya penyakit hernia atau turun berok, secepatnya harus disembuhkan. Jangan ditunda-tunda. Karena penyakit hernia kalau dibiarkan terlalu lama, dahsyat rasa sakitnya. Cukup saya saja yang menanggung penyakit ini selama 30 tahun. Jangan sampai kalian merasakan penderitaan yang sama,” pesannya.
Kasus Mnur menjadi pengingat betapa pentingnya transparansi mengenai kesehatan diri dan dukungan lingkungan terdekat. Para ahli kesehatan juga menegaskan bahwa hernia tidak akan sembuh dengan sendirinya dan penanganan dini melalui tindakan medis adalah satu-satunya solusi efektif untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
(Mnur)

