Berikut adalah fakta-fakta lapangan yang berhasil dihimpun:
🍳 Imbalan bagi Peserta Demo
Beberapa peserta aksi secara terbuka mengakui kepada awak media bahwa mereka mendapatkan sejumlah insentif untuk hadir dalam demonstrasi tersebut:
Uang Saku: Setiap peserta mengaku menerima uang tunai sebesar Rp100.000. Menurut salah satu peserta bernama Desy dari Pisangan Timur, uang tersebut digunakan untuk ongkos transportasi dan jajan.
Souvenir Wajan: Selain uang, para peserta juga dibagikan wajan (panci) baru yang boleh mereka bawa pulang setelah aksi selesai. Hal ini terlihat jelas saat massa tumpah ruah sambil memegang wajan di tangan mereka.
Konsumsi Tambahan: Ada juga laporan bahwa peserta mendapatkan roti dan susu sebagai bagian dari paket kehadiran.
📢 Tujuan Demonstrasi
Massa yang berasal dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dan wilayah sekitarnya ini menuntut agar pemerintah terus melanjutkan dan memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka membawa spanduk dan poster dukungan sembari meneriakkan yel-yel semangat.
⚖️ Respons Publik & Kritik
Kabar mengenai “bayaran” dan souvenir ini memicu perdebatan hangat di media sosial:
Kritik Netizen: Banyak warganet menilai aksi ini tidak murni aspirasi rakyat, melainkan sebuah unjuk rasa bayaran (paid protest) yang direkayasa untuk menciptakan citra dukungan massal terhadap program pemerintah tertentu.
Pemborosan Anggaran: Muncul pertanyaan mengenai sumber dana untuk membeli ratusan wajan dan membagikan uang tunai tersebut, apakah menggunakan anggaran negara atau dana dari pihak ketiga/organisasi tertentu.
Dukungan vs Kepentingan: Sebagian kecil berpendapat bahwa selama program MBG bermanfaat bagi masyarakat, cara apapun untuk mendukungnya bisa dimaklumi, namun mayoritas menyayangkan politisasi isu gizi dengan cara-cara transaksional.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari penyelenggara aksi mengenai siapa sebenarnya pihak yang mendanai pembagian uang dan wajan tersebut. Polisi hanya bertindak sebagai pengaman agar aksi berjalan tertib tanpa kericuhan.

