*Korban Laka Tunggal di Flyover Tanjung Barat Masih Tak Sadarkan diri
Jakarta Selatan – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jakarta Selatan. Seorang pengendara motor tiba tiba tergeletak di jalanan kejadian tersebut tidak ada kesaksian korban kejadian di Tanjung Barat pada Sabtu malam, 19 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Sani Sopiyani kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi tidak sadar. Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit dan kepolisian masih berupaya menghubungi keluarga korban.
*Kronologi Kejadian di Flyover Tanjung Barat*
Berdasarkan laporan petugas di lokasi, peristiwa bermula saat korban melintas di jalur Flyover Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Tiba tiba tergeletak di jalanan kejadian tersebut tidak ada kesaksian korban.
Warga yang melihat kejadian langsung melaporkan ke petugas lalu lintas dan ambulans. Tim medis tiba di lokasi dan memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses evakuasi berlangsung cepat mengingat kondisi korban yang tidak sadarkan diri dan membutuhkan oksigen.
*Serah Terima Pasien Pukul 00.40 WIB*
Data serah terima pasien dari petugas mencatat bahwa korban tiba di rumah sakit pada pukul 00.40 WIB. Dalam laporan tertulis: “Ijin melaporkan, serah terima pasien laka lantas berikut barang pasien. Untuk keterangan pasien tidak sadar dan belum ada keluarga. Untuk KTP luar Jawa. Laka lantas sudah tersambung dan sudah ke RS pukul 00.40 WIB. Demikian kami laporkan.”
Saat ini Sani Sopiyani masih dalam penanganan tim medis. Korban dipasang oksigen dan alat pemantau tanda vital. Pihak rumah sakit menyatakan akan terus memberikan perawatan terbaik sambil menunggu kehadiran keluarga. Barang pribadi korban berupa dompet dan identitas diri telah diamankan petugas untuk kepentingan administrasi dan identifikasi lebih lanjut.
*Identitas Korban: Asal Luar Jawa*
Dari dokumen identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Sani Sanjaya, lahir 05 April 2000, berdomisili di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Status korban saat ini masih lajang. Informasi inilah yang menjadi petunjuk utama bagi petugas untuk melacak keberadaan keluarga.
Namun karena korban belum sadar dan tidak membawa kontak darurat, proses menghubungi keluarga terkendala. Pihak rumah sakit dan Polsek Pancoran Jakarta Selatan kini gencar menyebarkan informasi melalui media sosial dan jaringan komunitas warga Garut di Jabodetabek. Tujuannya satu: mempercepat kedatangan keluarga agar proses perawatan dan administrasi bisa berjalan lancar.
*Upaya Pencarian Keluarga*
Petugas Jasa Marga, Unit Laka Lantas, dan pihak RSUD Pasar Rebo bekerja sama menyebarkan informasi. Poster “Pencarian Keluarga” sudah disebar di grup-grup WhatsApp, Facebook warga Garut, dan komunitas ojek online. Untuk menjaga privasi, data yang disebar hanya berupa nama lengkap, tahun lahir, dan asal daerah. Nomor identitas dan alamat lengkap tidak dipublikasikan demi keamanan data pribadi korban.
Kapolsek Pancoran melalui Kanit Laka menyampaikan imbauan: “Bagi masyarakat yang mengenal atau memiliki informasi tentang keluarga Sani Sanjaya asal Garut, segera melapor ke Polsek Pancoran atau datang langsung ke RSUD Pasar Rebo. Kami butuh pihak keluarga untuk persetujuan tindakan medis lanjutan dan pengurusan administrasi.”
*Kondisi Lalu Lintas Flyover Tanjung Barat*
Flyover Tanjung Barat memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Volume kendaraan tinggi, pencahayaan terbatas di beberapa sisi, dan pembatas trotoar yang cukup tinggi menjadi faktor risiko. Polisi mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
“Jalur flyover menuntut konsentrasi penuh. Pengendara motor wajib pakai helm standar, lampu kendaraan nyala, dan perhatikan rambu. Kalau capek atau ngantuk, lebih baik menepi dulu,” ujar petugas lantas di lokasi.
*Himbauan untuk Masyarakat*
Kasus Sani Sopiyani menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan saat berkendara. Selain tertib berlalu lintas, pengendara juga disarankan menyimpan nomor kontak darurat di ponsel dan membawa identitas yang mudah dihubungi. Hal kecil ini sangat membantu petugas saat terjadi situasi darurat.
Bagi keluarga korban atau siapa pun yang mengenal Sani Sanjaya, segera hubungi:
1. *RSUD Pasar Rebo* – Instalasi Gawat Darurat, Jl. TB Simatupang No. 90, Jakarta Timur
2. *Polsek Pancoran* – Unit Laka Lantas Jakarta Selatan
Bawa bukti hubungan keluarga dan dokumen pendukung untuk proses verifikasi. Petugas akan memberikan informasi lengkap terkait kondisi korban dan prosedur selanjutnya.
Sampai berita ini tayang, tim medis masih berjuang menstabilkan kondisi Sani Sanjaya. Doa dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Semoga keluarga korban segera ditemukan dan korban cepat pulih.
Kami akan terus memperbarui perkembangan kasus ini. Untuk informasi lebih lanjut, pantau kanal resmi Polsek Pancoran dan RSUD Pasar Rebo.

