JAKARTA, Quick respon— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Peningkatan gelombang ini dipicu oleh pola angin yang bergerak di wilayah Indonesia. Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di wilayah Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara.
🌊 Sebaran Wilayah Potensi Gelombang Tinggi
BMKG mengategorikan wilayah perairan terdampak ke dalam dua tingkat ketinggian gelombang:
1. Ketinggian Gelombang 2,5 – 4,0 Meter (Kategori Tinggi)
Samudra Hindia: Barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, hingga Lampung.
Samudra Hindia Selatan: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
2. Ketinggian Gelombang 1,25 – 2,5 Meter (Kategori Sedang)
Pesisir Barat Sumatera: Samudra Hindia barat Aceh & Kepulauan Nias.
Perairan Dalam & Laut Jawa: Selat Malaka bag. utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Selat Makassar.
Perairan Timur: Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
⚠️ Imbauan Risiko Keselamatan Pelayaran
BMKG meminta seluruh pihak memperhatikan ambang batas keselamatan pelayaran berdasarkan armada kapal yang digunakan:
Perahu Nelayan: Berisiko tinggi pada kecepatan angin >15 knot dan tinggi gelombang >1,25 meter.
Kapal Tongkang: Berisiko tinggi pada kecepatan angin >16 knot dan tinggi gelombang >1,5 meter.
Kapal Feri: Berisiko tinggi pada kecepatan angin >21 knot dan tinggi gelombang >2,5 meter
(Mnur )

