JAKARTA UTARA, Quick respon– Memasuki puncak musim kemarau di bulan Juli, ratusan warga yang bermukim di kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kembali dihadapkan pada krisis akses air bersih yang menahun. Hingga saat ini, sebagian besar warga masih terpaksa mengandalkan pasokan air keliling menggunakan jeriken atau membeli dari gerobak air swadaya dengan biaya yang tidak murah.
Menurut keterangan warga setempat, pemenuhan kebutuhan air bersih untuk memasak, mencuci, dan mandi menghabiskan biaya hingga Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per minggu. Anggaran ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi mayoritas warga yang berprofesi sebagai nelayan tradisional dan buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.
Jeritan Warga Pesisir di Musim Kemarau
Ketua RW setempat, Supriyadi (45), mengungkapkan bahwa wilayahnya sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan permohonan pemasangan instalasi pipa air minum (PAM) ke pemerintah daerah, namun kendala administratif dan status lahan kerap menjadi batu sandungan yang menjegal terealisasinya fasilitas tersebut.
“Setiap kemarau datang, kondisinya selalu begini. Air sumur bor di sini rasanya payau karena dekat laut, tidak bisa dipakai masak. Kami sangat berharap pemerintah segera menarik pipa air ke dalam pemukiman kami agar biaya hidup warga bisa ditekan,” ujar Supriyadi saat ditemui di lokasi, Minggu (12/7).
Ketiadaan akses air bersih ini juga mulai berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak. Puskesmas kelurahan setempat mencatat adanya peningkatan kasus penyakit kulit dan diare dalam tiga minggu terakhir, yang diduga kuat akibat penggunaan air sumur payau yang kurang higienis untuk kebutuhan sanitasi harian.
Respon Pemprov dan Target Perluasan Jaringan
Merespons keluhan menahun warga tersebut, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta bersama perusahaan daerah penyedia air bersih menyatakan telah menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk penanganan darurat jangka pendek, pemerintah daerah mulai menyiagakan lima armada truk tangki air bersih gratis setiap harinya untuk didistribusikan ke titik-titik pemukiman padat di Kalibaru.
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa proyek perluasan jaringan pipa distribusi air minum di wilayah Jakarta Utara akan dikebut dan ditargetkan mulai menyambung ke rumah-rumah warga pada akhir tahun ini.
Dukungan Anggaran dan Harapan Selesai Tepat Waktu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi telah mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD Perubahan untuk mempercepat target cakupan air bersih 100% di wilayah pesisir. Proyek ini nantinya tidak hanya menyasar kawasan Cilincing, melainkan juga wilayah padat penduduk lainnya di sekitar Penjaringan dan Tanjung Priok.
Warga menyambut baik komitmen dan janji dari jajaran pemda tersebut. Namun, mereka juga menegaskan akan terus mengawal jalannya proyek di lapangan agar janji manis pemenuhan hak dasar ini tidak lagi sekadar menjadi wacana musiman yang hilang saat kemarau berganti hujan.

