3 November 2026

Wakil Gubernur Pramono Anung Instruksikan Penataan Total Pasar Kramat Jati, Larang Pedagang Pakai Bahu Jalan

JAKARTA TIMUR, QUICK RESPONS– Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menginstruksikan penataan ulang kawasan Pasar Induk Kramat Jati dan sekitarnya. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan raya, trotoar, dan ruang publik yang selama ini kerap tertutup oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan kios-kios liar yang menggunakan bahu jalan.

Instruksi tersebut disampaikan Pramono usai melakukan inspeksi mendadak di kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, pada Senin (17/8/2026)

Ia menekankan bahwa kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas tidak boleh dikorbankan demi kepentingan dagang yang tidak tertib.

“Kita harus tegas. Bahu jalan dan trotoar adalah hak publik, bukan tempat berjualan permanen. Saya sudah minta Satpol PP dan Suku Dinas Perdagangan untuk segera menertibkan area ini. Pedagang harus masuk ke dalam pasar atau ke lokasi relokasi yang sudah disediakan,” ujar Pramono kepada awak media.

Penataan ini juga melibatkan revitalisasi fisik pasar. Berdasarkan data terbaru dari Perumda Pasar Jaya, progres penataan Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai 36 persen. Revitalisasi mencakup perbaikan sistem drainase untuk mencegah banjir, modernisasi kios agar lebih higienis, serta penambahan fasilitas umum seperti toilet dan area pembuangan sampah yang terintegrasi.

Selain penataan fisik, Pemprov DKI juga menggulirkan program “Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas

Program ini bertujuan menjadikan Pasar Kramat Jati sebagai pusat belanja yang bersih, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya. Petugas keamanan pangan secara rutin melakukan uji sampel terhadap produk-produk segar seperti ikan, daging, dan sayuran yang dijual di sana.

Namun, penataan ini tidak berjalan tanpa tantangan. Data dari Kecamatan Kramat Jati mencatat ada sekitar 613 PKL yang masih aktif berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor. Kepala Satpol PP Kecamatan Kramat Jati, Endharwanto, menuturkan bahwa proses penertiban dilakukan secara bertahap dan persuasif. “Kami masih menunggu pembahasan lebih lanjut terkait relokasi agar tidak menimbulkan gejolak sosial. Kami mengedepankan dialog dengan para pedagang sebelum tindakan tegas diambil,” jelasnya.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Pemprov DKI juga telah memulai pembangunan Pasar Kramat Jaya di atas lahan seluas 2.600 meter persegi. Groundbreaking proyek ini dilakukan pada April 2026 dan diharapkan dapat menampung sebagian besar pedagang eksisting yang saat ini menempati area liar.

Masyarakat menyambut positif langkah penataan ini, meski berharap adanya komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pedagang. “Kalau pasarnya jadi rapi, bersih, dan nggak macet, tentu kami sebagai pembeli juga senang. Tapi semoga pedagang kecil juga tetap bisa dapat tempat yang layak,” ucap Ratna, seorang warga setempat.

Pemprov DKI menargetkan penataan kawasan Kramat Jati akan tuntas sepenuhnya pada akhir tahun 2026, menjadikannya salah satu ikon pasar tradisional modern di Jakarta Timur.

(Mnur)

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur dan Antisipasi Longsor, Pemdes Tegalpanjang Bogor Tuntaskan Pembangunan TPT Tahap I 2026 ​BOGOR — Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur wilayah dan menjaga keselamatan warga. Melalui pemanfaatan Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun Anggaran 2026, Pemdes Tegalpanjang secara resmi telah merampungkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dua lokasi strategis. ​Adapun dua titik fokus pembangunan TPT tersebut berlokasi di Kampung Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kampung Cibeureum Cibarengkok. Pembangunan ini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi ancaman pergeseran tanah serta memperkokoh akses transportasi masyarakat setempat. ​Kepala Desa Tegalpanjang, Hj. Ratna Dewi, menegaskan bahwa realisasi anggaran Bantuan Keuangan ini diarahkan sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait kestabilan infrastruktur desa. ​”Pembangunan TPT di Kp. Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kp. Cibeureum Cibarengkok ini merupakan wujud nyata komitmen Pemdes Tegalpanjang dalam mengoptimalkan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun 2026. Kami menyadari betul pentingnya TPT ini, bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga benteng pencegah potensi longsor yang menjaga keamanan pemukiman warga serta menjamin kelancaran aktivitas perekonomian lokal,” ujar Hj. Ratna Dewi. ​Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pengerjaan dijalankan secara transparan dan melibatkan peran aktif swakelola masyarakat setempat. ​”Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas alokasi bantuan ini, serta seluruh warga Tegalpanjang yang bergotong-royong mendukung proses pembangunannya. Semoga TPT yang telah dibangun ini membawa manfaat jangka panjang, memberikan rasa aman, dan semakin mendorong kemajuan Desa Tegalpanjang,” tambahnya. ​Pelaksanaan proyek infrastruktur ini berlandaskan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, antara lain: • ​Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 3 Tahun 2024), yang memberikan kewenangan kepada desa dalam mengelola pembangunan dan hak asal usul demi kesejahteraan masyarakat. • ​Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang menjadi pedoman tata kelola transparansi dan akuntabilitas anggaran desa. • ​Peraturan Bupati Bogor tentang Tata Cara Pengalokasian dan Penyaluran Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, sebagai dasar hukum teknis pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana di wilayah Kabupaten Bogor. ​Dengan rampungnya pembangunan TPT di dua lokasi tersebut, Pemdes Tegalpanjang berharap daya tahan lingkungan semakin meningkat dan mobilisasi warga antar-kampung dapat berjalan lebih aman dan lancar. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *