31 Agustus 2026

Modus Baru Pelaku Curanmor di Cipayung: Berani Beraksi Siang Hari, Sepeda Motor Simson Dua Kali Jadi Korban

JAKARTA TIMUR, Quick respons– Warga Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian meresahkan. Berbeda dengan modus konvensional yang biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari, pelaku dalam kasus terbaru ini nekat beraksi di siang hari saat lalu lintas sedang padat. Ironisnya, sebuah sepeda motor merek Simson menjadi korban untuk kedua kalinya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Kasus teranyar terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Jalan Raya Bogor

dekat perbatasan Cipayung dan Pondok Gede. Korban, Budi Santoso (45), seorang pedagang keliling, meninggalkan sepeda motor Simson miliknya di depan sebuah ruko sementara ia membeli makanan. Dalam hitungan kurang dari dua menit, saat Budi lengah, seorang pria berseragam ojek online palsu mendekati motor tersebut, memanasi mesin, dan langsung tancap gas melarikan diri ke arah jalan tikus di pemukiman padat penduduk.

“Saya kaget sekali. Ini sudah kedua kalinya motor Simson saya dicuri di area yang sama. Pertama kali tahun lalu berhasil diambil polisi, tapi kali ini saya takut hilang selamanya,” keluh Budi dengan nada kesal. Ia menambahkan bahwa pelaku tampak sangat profesional dan mengetahui titik buta CCTV di lokasi tersebut.

Kapolsek Cipayung, Kompol Hendra Wijaya, membenarkan

adanya peningkatan modus operandi pelaku curanmor di wilayahnya. “Kami mencatat ada lima laporan curanmor dalam seminggu terakhir, dan mayoritas terjadi antara pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan yang sering kali hanya mematikan kunci kontak tanpa mengunci setang atau menggunakan kunci ganda,” jelas Kompol Hendra.

Polisi menduga aksi ini dilakukan oleh sindikat terorganisir yang memiliki jaringan penerima barang curian (penadah) di wilayah pinggiran Jakarta. Modus penyamaran sebagai pengemudi ojek online dinilai efektif untuk mengelabui warga karena tidak menimbulkan kecurigaan awal.

Menyikapi hal ini, Polresta Jakarta Timur telah memperketat patroli siber dan fisik di titik-titik rawan.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk:

Selalu menggunakan kunci ganda (kunci kontak dan kunci setang/gembok).

Tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan menyala, meski hanya sebentar.

Memarkir kendaraan di tempat yang terang dan terpantau CCTV.

Segera melaporkan kehilangan ke pos polisi terdekat jika melihat gerak-gerik mencurigakan.

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *