3 November 2026

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

KUPANG, Quick respons— Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk empat provinsi, sebelum akhirnya resmi dicabut.

Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada jarak 30 km arah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 km. Analisis BMKG menunjukkan gempa dipicu oleh aktivitas sesar naik (thrust fault).

Gelombang Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Pasca-gempa, BMKG mengonfirmasi adanya kenaikan muka air laut atau gelombang tsunami skala kecil di sejumlah titik pesisir:

Maurole (Kabupaten Ende, NTT): Ketinggian gelombang tertinggi tercatat mencapai 0,94 meter.

Labuan Bajo (Manggarai Barat, NTT): Terdeteksi gelombang 0,36 meter.

Baubau (Sulawesi Tenggara): Terdeteksi gelombang 0,3 meter.

Sikka (NTT) & Dompu (NTB): Terdeteksi gelombang 0,17–0,19 meter.

Peringatan Dini Resmi Dicabut

BMKG menetapkan status Siaga dan Waspada untuk beberapa wilayah di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara guna memandu proses evakuasi.

Namun, setelah pemantauan selama lebih dari dua jam tidak lagi menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang signifikan, BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Imbauan BMKG

Masyarakat di kawasan pesisir yang sempat melakukan evakuasi mandiri ke tempat tinggi diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta untuk memeriksa kondisi fisik bangunan rumah masing-masing sebelum kembali ke dalam ruangan dan hanya memantau informasi resmi dari BMKG serta BPBD setempat.

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *