TANGERANG, Quick respon– Aksi kriminalitas jalanan kembali memakan korban jiwa dan memicu keresahan besar di kalangan masyarakat. Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi korban pembegalan sadis oleh komplotan penjahat jalanan di kawasan Tangerang. Korban yang diketahui sedang mencari nafkah paruh malam tersebut kehilangan nyawanya setelah mempertahankan sepeda motor yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarganya.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban sedang melintas di jalanan yang relatif sepi setelah mengantarkan pesanan terakhirnya. Menurut keterangan beberapa saksi mata di sekitar lokasi, korban tiba-tiba dipepet oleh sejumlah orang tak dikenal yang mengendarai beberapa sepeda motor. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung mengadang laju kendaraan korban dan memaksa korban untuk menyerahkan kunci motornya.
Perlawanan Terakhir dan Tindakan Sadis Pelaku
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, korban sempat melakukan perlawanan sengit demi mempertahankan harta bendanya. Naas, kalah jumlah dan tidak mempersenjatai diri, korban menjadi sasaran amukan brutal para pelaku. Komplotan begal tersebut secara sadis melukai korban dengan senjata tajam hingga korban terkapar di pinggir jalan dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Setelah memastikan korban tidak berdaya, para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban dan melesat menghilang di kegelapan malam.
Warga yang menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Namun, akibat pendarahan hebat dan luka-luka fatal yang dideritanya, nyawa pengemudi ojol malang tersebut tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di instalasi gawat darurat.
Isak Tangis Keluarga dan Tuntutan Keadilan
Suasana duka mendalam menyelimuti kedatangan jenazah korban di rumah duka. Isak tangis dari istri, anak, dan kerabat korban pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Pihak keluarga menyatakan sangat terpukul dan tidak menyangka bahwa keberangkatan korban untuk mencari nafkah malam itu menjadi pamitan terakhirnya.
Perwakilan pihak keluarga korban dengan tegas meminta aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Mereka mendesak kepolisian agar segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya. “Kami kehilangan tiang punggung keluarga dengan cara yang sangat kejam. Kami memohon kepada pihak kepolisian agar para pelaku dihukum seberat mungkin, kalau bisa hukuman mati atau seumur hidup, karena mereka telah merenggut nyawa manusia tanpa belas kasihan,” ujar salah satu perwakilan keluarga dengan suara bergetar.
Polisi Buru Pelaku dan Tingkatkan Patroli
Merespons kejadian ini, Kapolres setempat menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Satreskrim untuk memburu para pelaku pembegalan. Polisi kini tengah mengumpulkan berbagai bukti di tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar rute pelarian para pelaku. Pihak kepolisian optimistis dapat mengidentifikasi komplotan tersebut dalam waktu dekat.
Selain melakukan pengejaran, pihak kepolisian juga berjanji akan memperketat pengamanan di titik-titik rawan kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari. Patroli skala besar akan digalakkan guna mencegah terulangnya aksi serupa dan memberikan rasa aman bagi para pekerja malam, khususnya para pengemudi ojek online yang sering kali terpaksa beroperasi hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan hidup
(Mnur)

