31 Agustus 2026

Harmoni Zikir dan Syiar MT Ruhamaa U’bainahum

BEKASI, Quickrespons — Ruang redaksi biasanya identik dengan denting suara keyboard, dering telepon, dan ketegangan para jurnalis mengejar tenggat waktu berita. Namun, pemandangan berbeda dan menyejukkan hati terlihat di Kantor Redaksi Cakrawala TV yang berlokasi di Jl. Kranggan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Selasa malam (07/07/2026). Malam itu, hiruk-pikuk pemberitaan berganti menjadi gemuruh zikir dan lantunan ayat suci dalam acara Pengajian Rutin Faddilah Yaasiin yang digelar oleh Majelis Taklim (MT) Ruhamaa U’bainahum.

Rutinitas spiritual yang dilaksanakan setiap malam Rabu ini membuktikan bahwa syiar Islam bisa berbaur dengan indah di berbagai tempat, tak terkecuali di jantung perusahaan media. Acara yang berlangsung khidmat, sejuk, dan teratur ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pimpinan redaksi, aparatur lingkungan, hingga para seniman jalanan.

Mengetuk Pintu Langit Lewat Tawassul

Tepat selepas isya, kesyahduan mulai menyelimuti markas Cakrawala TV. Acara dibuka dengan sesi pembacaan tawassul yang dipimpin secara khusyuk oleh Ustad Laduni, S.T. Suasana seketika hening saat beliau mengajak para jemaah menundukkan kepala, memusatkan pikiran, dan memanjatkan doa bagi arwah keluarga, leluhur, serta kerabat yang telah berpulang.

“Tawassul adalah adab kita sebagai makhluk yang fakir ilmu dan amal. Kita mengetuk pintu langit dengan perantara kemuliaan Baginda Nabi Muhammad SAW, para wali Allah, dan orang-orang saleh. Tidak lupa, kita kirimkan cahaya surah Al-Fatihah agar kubur para orang tua dan kerabat kita senantiasa diterangi rahmat-Nya,” urai Ustad Laduni dengan nada yang bergetar. Penjabaran beliau menyadarkan jemaah bahwa pengajian bukan sekadar ajang kumpul, melainkan jembatan penyambung bakti antara yang masih hidup dan yang telah tiada.

 Yaasiin Fadillah sebagai Perisai Zaman

Setelah pembacaan Surah Yaasiin berjemaah usai, mimbar beralih kepada KH Dr. Firdaus Turmudzi,.M.Hum Dalam sambutannya, tokoh intelektual muslim ini memberikan penjabaran yang sangat komprehensif mengenai relevansi faddilah (keutamaan) Surah Yaasiin dengan tantangan hidup manusia modern.

Beliau menjabarkan bahwa banyak orang saat ini mengalami kekosongan jiwa di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi. “Surah Yaasiin adalah jantungnya Al-Qur’an. Membacanya secara rutin bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi merupakan terapi kalbu. Di dalamnya terkandung pengakuan atas kekuasaan Allah, kisah perjuangan para utusan, hingga peringatan tentang hari kebangkitan. Barang siapa yang membiasakan diri membaca Yaasiin, Insyaallah hatinya tidak akan mudah goyah oleh badai ujian dunia, dan segala urusannya akan Allah beri jalan keluar,” papar KH Dr. Firdaus. Beliau juga memuji inisiatif redaksi Cakrawala TV yang menyediakan tempat bagi majelis, menyebutnya sebagai langkah cerdas menyeimbangkan literasi duniawi dengan literasi ukhrawi.

Nasihat Kehidupan dari KH RD Jubah Ireng,.S.Ag,.M.Ag

Suasana semakin hangat saat ulama karismatik KH RD Jubah Ireng, S.Ag., M.Ag. memberikan pesannya. Dengan gaya penyampaiannya yang khas—tegas namun diselingi humor-humor filosofis yang sarat makna—beliau menjabarkan tentang konsep kehati-hatian dalam menjalani kehidupan (wara’).

“Di zaman sekarang, mencari rezeki itu banyak godaannya. Apalagi kawan-kawan yang bekerja di media, godaan informasi bohong atau fitnah itu besar. Maka dari itu, pengajian seperti ini adalah filter (penyaring). Ilmu yang kita dapat malam ini harus bisa menjadi alarm saat kita mau berbuat salah. Jadilah manusia yang bermanfaat, yang lisannya terjaga, dan hatinya selalu bertaut pada masjid dan majelis ilmu,” pesan KH RD Jubah Ireng. Beliau menekankan bahwa iman yang kuat harus tecermin dari akhlak sosial yang baik.

Rasa Syukur Sang Tuan Rumah

Sebagai pihak yang memfasilitasi kegiatan mulia tersebut, M. Nawawi, mewakili tuan rumah dari Cakrawala TV, menyampaikan rasa haru dan bangganya. Dalam sambutannya, ia menjabarkan bahwa media tidak boleh hanya berfokus pada rating dan kecepatan berita, tetapi juga harus mencari keberkahan.

“Jujur, kehadiran para kiai, asatidz, dan bapak-ibu sekalian di kantor kami adalah suntikan moral yang luar biasa. Kami ingin kantor redaksi ini tidak hanya memproduksi berita, tapi juga memproduksi kebaikan. Kami berharap doa-doa yang dilantunkan di ruangan ini menolak segala musibah, memperlancar rezeki perusahaan, dan membuat seluruh tim Cakrawala TV senantiasa amanah dalam bekerja,” ucap M. Nawawi, yang disambut tepuk tangan dan ucapan Amin dari para hadirin.

Apresiasi Ketua RW Jati Raden

Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat. Hal ini terbukti dari antusiasme H. Ujang, Ketua Paguyuban RW Jati Raden, yang hadir langsung di tengah jemaah. Ia diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya terhadap kegiatan positif tersebut.

H. Ujang secara terbuka menjabarkan rasa salutnya. “Saya bangga di wilayah Jati Raden ada aktivitas yang begitu menyejukkan. Keamanan dan kerukunan warga itu tidak bisa hanya dijaga dengan pos ronda, tapi juga harus dijaga dengan doa dan kumpulnya orang-orang saleh di majelis seperti ini.”

Melihat dampak positifnya, H. Ujang berjanji akan menggalang kekuatan lingkungan untuk meramaikan majelis ini ke depannya. “Minggu depan dan seterusnya, saya akan ajak jajaran pengurus RT, RW, dan Karang Taruna untuk ikut duduk bersama di sini. Kita ramaikan majelis ini agar kampung kita makin berkah,” janjinya dengan penuh semangat.

Nada Religius di Sela Tausiyah

Yang membuat Pengajian Rutin  Yaasiin Fadillah ini semakin unik adalah pendekatannya yang inklusif. Di sela-sela acara, suasana dicairkan oleh penampilan dua seniman yang sudah tak asing lagi, yakni Diego Fals dan Farid Mbah Surip.

Dengan membawa gitar akustik, keduanya membawakan lagu-lagu religi yang liriknya sarat akan pesan pertobatan dan pengingat akan kematian. Nada-nada syahdu yang mereka bawakan membuktikan bahwa dakwah tidak melulu harus kaku. Lewat seni, pesan agama bisa masuk dengan lembut ke relung hati para pendengarnya, menjadikan acara malam itu tidak monoton dan penuh dengan penghayatan estetis.

Memperkuat Tali Persaudaraan

Sebagai penutup rangkaian tausiyah, Ustad Idhan Liqulil Mahbud, selaku Pimpinan MT Ruhamaa U’bainahum, memberikan konklusi dan arahan kepada seluruh jemaahnya. Ia menjabarkan filosofi dari nama majelis yang dipimpinnya.

“Sesuai nama majelis kita, Ruhamaa U’bainahum, yang berarti saling berkasih sayanglah di antara sesama kalian. Pengajian ini adalah wadah untuk meruntuhkan ego. Di sini tidak ada sekat antara bos media, ketua RW, seniman, ustaz, maupun warga biasa. Semuanya duduk sama rendah di hadapan Allah. Saya memohon kepada seluruh jemaah, bawa energi kasih sayang dari ruangan ini ke rumah tangga kalian, ke tempat kerja kalian, dan ke lingkungan kalian,” urai Ustad Idhan.

Acara pengajian di malam Rabu yang penuh dengan kucuran ilmu dan hikmah itu pun ditutup dengan doa bersama. Rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan sangat khidmat, tertib, dan lancar. Senyum kepuasan dan kedamaian terpancar dari wajah para jemaah yang kemudian melanjutkan acara dengan sesi ramah tamah, menandakan bahwa ukhuwah Islamiyah di Jatisampurna telah terjalin dengan sangat kuat.(Bay)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *