JAKARTA, Quick respon— Fenomena astronomi Rashdul Qiblat (atau Istiwa A’dham)—peristiwa ketika kedudukan matahari berada persis tegak lurus di atas Ka’bah—menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memverifikasi dan menyempurnakan ketepatan arah kiblat.
Menteri Agama mengajak seluruh lapisan masyarakat, pengurus masjid/musala, hingga institusi pendidikan untuk memanfaatkan momentum alami ini guna meluruskan dan mengecek kembali arah kiblat bangunan ibadah secara akurat dan mudah.
Bagaimana Fenomena Rashdul Qiblat Terjadi?
Rashdul Qiblat terjadi dua kali dalam setahun ketika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Ka’bah (21^\circ 25′ \text{ LU}).
Ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah pada pukul 12:26 Waktu Arab Saudi (sekitar 16:27 WIB / 17:27 WITA di Indonesia):
Benda-benda di Mekkah tidak akan memiliki bayangan.
Bayangan dari seluruh benda tegak lurus di wilayah bumi yang masih mendapatkan sinar matahari akan mengarah tepat lurus menuju Ka’bah.
Catatan Wilayah: Fenomena ini dapat dimanfaatkan oleh wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) dan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Untuk wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT), matahari sudah terbenam saat peristiwa ini berlangsung.
Panduan Praktis Verifikasi Arah Kiblat Mandiri
Kementerian Agama membagikan panduan sederhana (solusi nol rupiah) bagi masyarakat yang ingin mengukur arah kiblat secara mandiri di rumah atau rumah ibadah:
Gunakan Benda Tegak Lurus: Siapkan tongkat atau gunakan tiang lurus yang dipasang tegak di atas permukaan tanah/lantai yang datar. Benda gantung seperti bandul atau lot tukang juga bisa digunakan.
Pencocokan Jam Presisi: Pastikan penunjuk waktu (jam tangan/ponsel) sudah disesuaikan dengan standar waktu resmi BMKG atau Telkom.
Tandai Arah Bayangan: Tepat pada pukul 16.27 WIB / 17.27 WITA, tandai arah bayangan benda tersebut. Tarik garis searah dari ujung bayangan menuju ke pangkal benda—garis itulah arah kiblat yang presisi.
Melalui sinergi antara sains ilmu falak dan kaidah syariat ini, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan ibadah salat dengan keyakinan yang mantap dan khusyuk
(Mnur)

