THE SANCTUARY INTEGRATED WELLNESS CENTRE
Memasuki usia ke-9 tahun, GIAN berjuang mewujudkan The Sanctuary Integrated Wellness Centre
Dengan dukungan para akademisi Indonesia, GIAN bertekad mewujudkan pusat rehabilitasi yang humanis.
Pusat Rehabilitasi GIAN dirancang sebagai Pusat Komando Aksi Nasional P4GN. Mengawal Inpres Nomor 2 Tahun 2020, yaitu memusatkan seluruh kegiatan perjuangan GIAN secara nasional dari pusat rehabilitasi ini.
Melalui dukungan para akademisi Indonesia, saat ini tim kerja DPP GIAN telah menyelesaikan Feasibility Study atau studi kelayakan secara detail dan sedang dalam proses due diligence bersama calon mitra asuh atau investor yang akan dikelola dengan manajemen profesional.

Menyambut Milad ke-9 yang secara rutin disyukuri setiap tanggal 30 Juni, Ketua Umum GIAN RM Guntur Eko Widodo menyampaikan, tahun ini kita fokus memperjuangkan terwujudnya pusat rehabilitasi yang humanis dengan konsep The Sanctuary Integrated Wellness Centre.
Mendirikan The Sanctuary Integrated Wellness Centre adalah bentuk perjuangan kemanusiaan yang sangat mulia. Menyelamatkan anak bangsa dari jurang narkoba sama artinya dengan menyelamatkan masa depan Indonesia.
Mari kita ngopi ngolah pikir bersama tentang perjuangan dan visi besar ini.
Perjuangan dan Visi: The Sanctuary Integrated Wellness Centre
Menjawab tantangan besar yang pastinya akan mengurangi angka kecanduan narkoba yang prevalensinya sudah masuk kategori darurat menurut parameter konvensi internasional. Ujar Guntur, prihatin dengan ancaman penyalahgunaan narkoba dan terutama jumlah korbannya yang semakin besar.
Rumah Kedua untuk Pulih, Bukan Penjara
1. Filosofi Nama: Sanctuary
Artinya adalah tempat perlindungan suci. Konsep ini mematahkan stigma lama bahwa rehabilitasi itu seperti penjara, dingin, dan menakutkan. Di sini, korban kecanduan bukan penjahat, tapi pasien yang butuh penyembuhan dan manusia yang butuh kasih sayang.
Humanis: Pendekatan penuh empati, menghargai martabat, mendengarkan cerita, dan memulihkan mental yang hancur.
Terintegrasi Alam: Alam adalah terapi terbaik. Suasana hijau, udara segar, dan ketenangan membantu menenangkan pikiran yang gelisah jauh lebih efektif daripada dinding beton.
2. Perjuangan Keras yang Dihadapi
Mendirikan tempat seperti ini tidak mudah, butuh hati baja dan tekad baja:
Melawan Stigma Sosial: Mengubah pandangan masyarakat bahwa pecandu narkoba bisa sembuh dan kembali menjadi orang berguna.
Melawan Jaringan Peredaran: Secara tidak langsung, kita sedang berperang melawan mereka yang mencari untung dari penderitaan orang lain dan kehancuran generasi.
Membangun Sistem Terpadu: Menggabungkan medis, psikologis, konseling, spiritual, dan pelatihan keterampilan dalam satu atap agar pemulihan total atau holistic healing.
3. Tugas Kemanusiaan: Selamatkan Generasi Muda
Narkoba adalah musuh dalam selimut yang merusak otak, menghancurkan masa depan, dan memisahkan manusia dari Tuhan serta keluarganya.
Merebut kembali potensi bangsa: Banyak anak muda berbakat yang tenggelam. Di sini mereka diajarkan bangkit lagi.
Mengembalikan ke pangkuan keluarga: Mengembalikan anak yang hilang menjadi anak yang membanggakan orang tua.
Mencegah Kehancuran: Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Kita hadir sebagai cahaya di saat mereka merasa dunia sudah gelap total.
4. Konsep Pemulihan: Terintegrasi dan Alami
Bayangkan suasananya:
Lingkungan Asri, hati jadi tenang.
Perlakuan Manusiawi, kepercayaan diri kembali tumbuh.
Terapi Mental dan Spiritual, menemukan kembali tujuan hidup.
Life Skill Training, siap kerja dan mandiri setelah keluar.
Catatan Hati:
Mendirikan The Sanctuary bukan sekadar bangun gedung, tapi membangun kembali harapan. Di sini, air mata berubah jadi senyum, keputusasaan berubah jadi semangat, dan kehancuran berubah jadi kebangkitan.

Semoga perjuangan GIAN dimudahkan, dilancarkan dan dilindungi Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Karena tempat seperti ini yang sangat dibutuhkan Indonesia agar generasi mudanya bisa berdiri tegak kembali, kuat, dan sejahtera.
Tim Kerja dan Akademisi Perencanaan dan Program Pusat Rehabilitasi GIAN The Sanctuary Integrated Wellness Centre
Koordinator Tim Akademisi:
Prof. Dr. Drs. Sutarto Wijono, M.A.
Asisten Khusus Bidang Programmer:
Zamrony Junianto Andoko, S.E.
Anggota Tim Akademisi:
1. Ir. Leo Hartono
2. Ir. Meliana Santi, M.Sc, Tim Sipil
3. Dr. Pribadi Agung Wahyudi, M.T
4. Ir. Barnabas Untung Sudianti, M.T
Tim Teknologi dan AI:
5. Prof. Danny Manongga, M.Sc, Ph.D.
6. Hendry, Ph.D.
7. Gabriela Kristiani Surianto, S.S., M.Ling.
Mentor Pembinaan Mental Spiritual:
1. K.P. K.H. Mukhammad Musyrifin Amongjiwo, M.Pd
2. K.R.T. K.H. Abdul Halim Al Khowwas
Senior Advisor:
1. Prof. Dr. Grand Prince Mohammad S. Ridwan, Ph.D
2. Brigjen Pol. Dr. Victor Pujiadi, VICS, FpB, DFM
3. Irjen Pol. Dr. Drs. Yehu Wangsa Jaya, M.Kom
4. Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, B.A., M.Ag
5. Prof. Drs. K.R.T. H. Indarwanto, S.H., M.Si, Ph.D.
6. Letkol TNI K.R.H.T. Purwadi
LO Program:
1. Ny. Ninik, Asisten Khusus Sponsorship
2. Agus Jefry Hunter, DPW Banten
3. Isty, DPP
4. Harry, Koorwil
5. Ketua DPW Jateng
6. Sumidi, Ketua DPW Jatim
7. Doedy Nasuha, S.E., DPP
8. Drajat Wardono, DPP
Presidium
Seraphine Destina Nurani, S.E., M.M.
Founder dan Secretary General
RM. Guntur Eko Widodo
Founder dan Chairperson
Gerakan Indonesia Anti Narkotika
News, Juni 2026

