31 Agustus 2026

Kebakaran Maut di Permukiman Padat Pulogadung, 3 Orang Tewas Terjebak Kobaran Api

JAKARTA, Quick Respon— Isak tangis mewarnai kawasan permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, setelah kebakaran hebat melanda pemukiman tersebut pada Minggu (12/7) dini hari. Insiden tragis ini dilaporkan menelan tiga korban jiwa yang diduga terjebak di dalam bangunan saat api membesar.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga sekitar pukul 02.15 WIB. Kondisi bangunan yang mayoritas semi-permanen serta jarak antar-rumah yang sangat rapat membuat api dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.

“Waktu warga masih tidur, tiba-tiba ada teriakan kebakaran. Pas saya keluar, api sudah membubung tinggi di bagian atap salah satu rumah warga,” ujar salah seorang warga setempat di lokasi kejadian.

Evakuasi dan Korban Jiwa

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan sedikitnya 15 unit mobil pemadam beserta puluhan personel ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Petugas sempat mengalami kendala karena akses jalan yang sempit dan padatnya kerumunan warga.

Setelah hampir tiga jam berjuang, api akhirnya berhasil dilokalisasi dan dipadamkan. Namun, saat petugas melakukan penyisiran di puing-puing bangunan, ditemukan tiga orang korban dalam kondisi meninggal dunia.

Catatan Korban: Ketiga korban dievakuasi oleh petugas gabungan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

Dugaan Penyebab

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara dari pihak pemadam kebakaran, insiden ini dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek arus listrik dari salah satu rumah warga.

Total kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dan puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke posko darurat yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *