JAKARTA, Quick respon— Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sedikitnya 4.839 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh aliansi mahasiswa di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026) siang.
Langkah pengamanan ketat ini diambil guna memastikan aksi berjalan tertib sekaligus mencegah pergerakan massa yang mencoba merangsek ke area ring satu dan jalur protokol utama Jakarta.
Fokus Pengamanan Jalur Protokol
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait dari Pemprov DKI Jakarta (Satpol PP, Dishub, dan Pemadam Kebakaran). Selain berfokus di area Patung Kuda dan Monas, petugas juga disiagakan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.
Langkah antisipasi ini dilakukan secara khusus untuk memblokade massa agar tidak melakukan aksi di kawasan Bundaran HI.
”JalurSudirman,Thamrin, dan Bundaran HImerupakan central of gravity-nya Jakarta.
Di sana merupakan pusat perekonomian, perhotelan, serta titik temu transportasi publik. Oleh karena itu, petugas disiagakan penuh untuk memastikan aktivitas masyarakat umum tidak lumpuh,” ujar Budi Hermanto di Monas, Jumat (17/7/2026).
Tuntut Evaluasi Pemerintah, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis
Aksi unjuk rasa hari ini diinisiasi oleh Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat, yang merupakan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi, termasuk BEM UNJ, BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina. Dengan estimasi massa mencapai 500 hingga 750 orang, mereka membawa agenda evaluasi kedaulatan sipil dan ketimpangan sosial.
Memimpin apel kesiapan pasukan di Silang Monas, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis dan melarang keras penggunaan senjata api di lapangan.
”Semua tindakan harus satu komando, tidak boleh ada inisiatif sendiri. Berikan ruang bagi perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara baik,” tegas Dekananto.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Hingga siang ini, pihak kepolisian masih memberlakukan skema pengalihan arus lalu lintas di sekitar Medan Merdeka dan kawasan Monas secara situasional, menyesuaikan dinamika jumlah massa di lapangan.
Bagi warga DKI Jakarta yang hendak melintasi pusat kota, pihak berwenang mengimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari potensi kepadatan dan kemacetan lalu lintas
(Mnur)

