1 September 2026

Kapal Feri Terbalik di Zimbabwe: Sedikitnya 72 Orang Tewas, Termasuk 18 Anak-Anak

HARARE, CNBC Indonesia, Quick Respons— Korban tewas dalam insiden kecelakaan kapal feri di Danau Kariba, Zimbabwe, bertambah menjadi sedikitnya 72 orang. Kepastian jumlah korban ini diperoleh setelah tim SAR menemukan 26 jenazah tambahan dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Kapal feri tersebut awalnya berangkat dari pelabuhan Kota Kariba dengan membawa sekitar 153 penumpang. Jumlah ini jauh melebihi kapasitas resmi kapal yang seharusnya hanya diperbolehkan mengangkut maksimal 90 orang. Kapal kemudian dilaporkan terbalik di tengah perairan.

18 Anak-Anak Menjadi Korban

Berdasarkan laporan lembaga penyiaran pemerintah Zimbabwe (ZBC) yang dikutip dari Al Jazeera, dari total korban tewas yang ditemukan, sedikitnya 18 orang di antaranya merupakan anak-anak. Bahkan, 16 di antara korban anak tersebut diketahui masih berusia di bawah 10 tahun.

Beberapa balita yang berhasil diidentifikasi di antaranya adalah Wendy Ndandarika yang baru berusia 1 tahun, serta McDonald Nyasha Gumpo dan Hailly Tauro yang masing-masing berusia 14 bulan. Kapten kapal yang bernama Sign Patsikadova (59) juga dikonfirmasi berada dalam daftar korban tewas.

Penyebab dan Kesaksian Penyintas

Berdasarkan kesaksian para korban selamat (penyintas), kapal mulai menghadapi kendala tak lama setelah meninggalkan pelabuhan. Angin kencang memicu gelombang tinggi dan membuat air mulai masuk ke dalam badan kapal.

Para penumpang sempat meminta operator kapal untuk berputar balik menuju tepian demi keselamatan, namun kapal tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya terbalik.

Penyelamatan dan Penetapan Bencana Nasional

Tak lama setelah insiden terjadi, sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan. Para korban selamat sempat dievakuasi sementara ke pulau terdekat sebelum akhirnya dipindahkan ke fasilitas kesehatan di Kota Kariba. Operasi pencarian korban lainnya terus melibatkan tim penyelam kepolisian, militer, hingga nelayan lokal.

Pemerintah Zimbabwe secara resmi telah menetapkan tragedi ini sebagai bencana nasional. Sejumlah lembaga kesejahteraan sosial juga disiagakan untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.

Danau Kariba sendiri merupakan waduk buatan manusia terbesar di dunia berdasarkan volume yang terletak di perbatasan Zimbabwe dan Zambia. Kecelakaan di danau ini tergolong sangat jarang terjadi, sehingga tragedi kelebihan muatan ini menjadi perhatian besar pemerintah setempat.

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *