1 September 2026

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik se-Indonesia

MALANG, Quick responPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin jalannya panen raya komoditas tebu, padi, dan kedelai secara serentak di 43 titik di seluruh wilayah Indonesia pada Jumat (17/7/2026). Agenda berskala nasional yang berpusat di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini menjadi momentum krusial dalam mempercepat terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan nasional.

​Kepala Negara mendarat di Malang menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 setelah bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

​Kolaborasi Tiga Matra TNI Dukung Ketahanan Pangan

​Program panen raya serentak kali ini merupakan hasil kolaborasi dan pendampingan nyata dari tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lahan-lahan binaan mereka. Seskab Teddy Indra Wijaya merinci bahwa dari total 43 titik lokasi panen, pembagiannya meliputi:

  • 31 Titik Panen Padi: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Darat (AD).
  • 8 Titik Panen Tebu: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Udara (AU).
  • 4 Titik Panen Kedelai: Didampingi oleh personel TNI Angkatan Laut (AL).

​Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan kontribusi signifikan dari pendampingan ini. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD pada budidaya padi telah mencakup 6,26 juta hektare dengan estimasi produksi mencapai 19,2 juta ton beras. Angka ini setara dengan menyokong 55,24 persen dari total target produksi beras nasional tahun 2026.

​Sementara itu, TNI AU mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi hasil 1,36 juta ton gula (setara 45,05 persen target nasional), dan TNI AL mengawal budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare.

​Integrasi Hulu ke Hilir di Lanud Abdulrachman Saleh

​Dipilihnya Lanud Abdulrachman Saleh Malang sebagai pusat seremoni juga bukan tanpa alasan. Lokasi ini diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tebu yang dipanen tidak hanya diolah menjadi gula pasir, melainkan juga dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol (bahan bakar ramah lingkungan), pupuk organik, serta produk industri bernilai tambah lainnya.

​”Melalui kegiatan ini, Bapak Presiden Prabowo ingin memastikan penguatan sektor pangan dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan langsung kepada petani, hingga proses hilirisasi guna memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya.

​Selain melakukan prosesi panen secara simbolis, Presiden Prabowo didampingi jajaran menteri dan Panglima TNI juga meninjau berbagai stan pameran program unggulan serta inisiatif hilirisasi pertanian yang diinisiasi oleh prajurit TNI bersama kelompok tani setempat

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *