Kampung badak, Quick respon, waktu :Hujan deras mulai mengguyur sejak Jumat, 19 Juni 2026 petang, dengan puncak luapan terjadi pada Minggu malam (28/6) hingga Senin dini hari (29/6).
Banjir: Terpusat di Kampung Badak, Kecamatan Dabun Gelang, akibat debit air Sungai Badak meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga. Wilayah Desa Rigeb di kecamatan yang sama juga kembali terendam setelah sebelumnya sempat surut.
Longsor: Material longsor menutup akses di Kampung Kuta Lintang, Kecamatan Blangkejeren, serta memutus total ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane. Jembatan darurat Aih Bobo di Kecamatan Dabun Gelang juga dilaporkan rusak diterjang banjir pada 23 Juni 2026.
🚑 Kondisi Korban & Penanganan Darurat
Tidak Ada Korban Jiwa: BPBD Kabupaten Gayo Lues memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia atau luka-luka berat.
Pengungsian Mandiri: Warga Kampung Badak dan Desa Rigeb sebagian mengungsi ke rumah kerabat atau bangunan aman di sekitar lokasi. Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan ketinggian air dan evakuasi jika diperlukan.
Logistik Darurat: BPBD bersama TNI/Polri telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan kepada warga terdampak. Posko kesehatan darurat juga didirikan untuk mencegah penyakit pasca-banjir.
🛣️ Status Infrastruktur & Aksesibilitas
Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane: Masih tertutup material longsor di Kampung Kuta Lintang. Alat berat sedang dikerahkan untuk membuka jalur, namun proses terkendala oleh cuaca yang masih tidak stabil.
Jembatan Aih Bobo: Rusak parah sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Petugas memasang rambu peringatan dan mengatur lalu lintas secara manual untuk kendaraan roda dua.
Dampak Ekonomi: Putusnya akses jalan nasional mengganggu distribusi logistik dan hasil pertanian warga, terutama komoditas kopi dan sayuran dari dataran tinggi Gayo.
️ Peringatan BMKG & Mitigasi Lanjutan
BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang memperkirakan curah hujan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues dalam 3-5 hari ke depan. Pemerintah daerah mengimbau:
Warga bantaran sungai untuk tetap waspada dan siap mengungsi jika air kembali naik.
Pengendara menghindari jalur Blangkejeren–Kutacane sampai dinyatakan aman sepenuhnya.
Masyarakat melaporkan titik rawan longsor baru ke BPBD setempat untuk antisipasi dini.
Bencana berulang ini menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur mitigasi permanen, seperti normalisasi Sungai Badak dan penguatan tebing di sepanjang Jalan Nasional, agar dampak serupa tidak terus-menerus menghantui masyarakat Gayo Lues setiap musim hujan

