MEDAN, Quick respon-– Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Kompleks Perumahan Elit Grand Polonia di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin sore, 20 Juli 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut menghancurkan sebagian besar struktur sebuah rumah mewah bernomor 3B dan merusak empat unit rumah tetangga di sekitarnya. Hingga Rabu (22/7), operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan, dengan status satu korban tewas, dua korban selamat, dan dua orang lainnya masih dinyatakan hilang terjebak reruntuhan.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial
ledakan terjadi secara tiba-tiba disertai bola api raksasa yang menyembur dari dalam rumah. Gelombang kejut ledakan terasa hingga radius ratusan meter, memecahkan kaca jendela rumah-rumah di sekelilingnya dan memicu kepanikan warga. Warga setempat melaporkan mendengar suara dentuman keras yang diikuti oleh asap tebal berwarna hitam pekat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Ir. Syahnan Siregar, menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran tiba di lokasi hanya dalam waktu delapan menit setelah menerima laporan darurat. “Api berhasil dipadamkan dalam waktu 45 menit, namun kerusakan struktur bangunan sangat parah. Dinding depan rumah ambruk total dan atap runtuh menimpa lantai dasar,” ujarnya.
Dari enam penghuni rumah yang diketahui berada di dalam saat kejadian, dua orang berhasil diselamatkan dengan luka-luka ringan hingga sedang. Mereka adalah seorang pria dewasa dan seorang balita yang sempat tertimbun puing namun berhasil dievakuasi oleh warga sebelum tim SAR tiba. Sayangnya, satu jenazah korban berinisial R.S. (50) berhasil ditemukan pada Selasa pagi dalam kondisi mengenaskan di ruang tengah.
Hingga kini, pencarian terhadap dua korban lain, yakni seorang wanita paruh baya dan seorang remaja, masih terkendala oleh struktur bangunan yang tidak stabil. Tim SAR menggunakan alat berat dan anjing pelacak untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah tumpukan beton dan besi. “Kami bekerja ekstra hati-hati karena ada risiko reruntuhan susulan. Namun, kami optimis dapat menemukan mereka dalam keadaan hidup atau setidaknya utuh,” kata Koordinator Lapangan SAR Medan, Budi Hartono.
Polres Medan Kota telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan
Sementara itu, dugaan awal mengarah pada kebocoran pipa gas tanah (LPG) yang terpasang di dapur rumah tersebut. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia atau korsleting listrik yang memicu percikan api di area yang terkontaminasi gas. “Kami akan memeriksa sisa-sisa instalasi gas dan melakukan uji forensik laboratorium terhadap material yang tersisa,” jelas Kapolres Medan Kota, Kombes Pol. Andi Prasetyo.
Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi warga kompleks yang selama ini dikenal sebagai kawasan tenang dan aman
Banyak tetangga korban yang trauma dan enggan kembali ke rumah mereka sementara waktu. Pemerintah Kota Medan telah menyediakan bantuan sementara berupa tempat penampungan dan kebutuhan pokok bagi para korban yang rumahnya rusak akibat gelombang kejut ledakan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi gas di rumah masing-masing. Tragedi di Grand Polonia ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya standar keselamatan perumahan, terutama di kawasan padat hunian dengan infrastruktur bawah tanah yang kompleks.
(Mnur)

