31 Agustus 2026

Ribuan Warga Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina di Jakarta dan Bandung

JAKARTA/BANDUNG, Quick respons– Gelombang solidaritas untuk rakyat Palestina kembali membanjiri sejumlah kota besar di Indonesia pada akhir pekan ini. Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemahasiswaan, kelompok agama, hingga komunitas seni, turun ke jalan menyuarakan dukungan penuh terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan mendesak penghentian agresi militer di Jalur Gaza.

Di Jakarta, aksi bertajuk “Indonesia Lawan Genosida” yang diprakarsai oleh Aliansi Pemuda Indonesia

untuk Palestina berlangsung khidmat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) pagi. Massa memadati area sekitar Monumen Nasional sambil mengibarkan bendera merah putih dan atribut bernuansa hijau khas Palestina. Mereka meneriakkan yel-yel “Merdeka Palestina!” dan “Hentikan Pembantaian!” dengan lantang.

Koordinator aksi, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa kehadiran ribuan orang ini adalah bukti bahwa isu kemanusiaan di Gaza tidak pernah pudar dari ingatan bangsa Indonesia. “Kami hadir bukan hanya untuk berteriak, tapi untuk mengingatkan dunia bahwa diam adalah bentuk persetujuan terhadap kejahatan kemanusiaan. Kami mendesak PBB dan negara-negara adidaya untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku agresi,” ujarnya di hadapan massa.

Sementara itu, di Bandung, aksi serupa digelar di Jalan Asia Afrika dengan nuansa yang lebih kental akan sentuhan seni dan budaya. Bertajuk “Stop Bombing Gaza”, ratusan seniman dan aktivis menggelar pertunjukan teater jalanan, pembacaan puisi, dan pameran foto yang menggambarkan penderitaan anak-anak Gaza. Aksi ini juga menyuarakan International Day of Hope sebagai simbol harapan bagi terwujudnya perdamaian abadi di Timur Tengah.

Selain di dua kota tersebut, aksi solidaritas juga serentak dilakukan di Bekasi, Surabaya, dan Medan. Di Bekasi, Pemerintah Kota turut memberikan ruang bagi warga untuk menunjukkan dukungan melalui acara “Bekasi Bersama Palestina” yang dihadiri oleh Wali Kota dan tokoh masyarakat setempat.

Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain:

Penghentian total operasi militer dan pemblokadean di Jalur Gaza.

Pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan untuk rakyat Palestina.

Desakan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan nyata dalam melindungi warga sipil.

Dukungan penuh terhadap pengakuan kenegaraan Palestina secara internasional.

Aksi berlangsung tertib dan damai hingga pukul 09.30 WIB. Pihak kepolisian setempat telah menyiagakan personel untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan memastikan tidak ada gesekan dengan pihak lain.

Ketua Komisi Luar Negeri DPR RI, Meutya Hafid, yang turut memantau situasi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan terus membawa isu Palestina ke forum-forum internasional. “Solidaritas rakyat ini adalah kekuatan diplomasi kita. Selama rakyat Palestina belum merdeka, maka perjuangan Indonesia untuk mendukung mereka tidak akan pernah berhenti,” tegasnya.

Gelombang solidaritas ini menjadi pengingat kuat bahwa meski jarak geografis memisahkan, ikatan kemanusiaan dan sejarah perjuangan anti-kolonialisme tetap menyatukan hati rakyat Indonesia dengan saudara-saudara mereka di Palestina

(Mnur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *