JAKARTA, Quick respon— Pemerintah Indonesia tengah melakukan uji coba tahap awal untuk membatasi serta menggantikan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram secara bertahap. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan lonjakan subsidi energi dan mengurangi ketergantungan pada impor gas LPG nasional.
Dalam uji coba yang dilakukan di beberapa daerah percontohan, pemerintah menerapkan skema transisi ganda, yaitu penggunaan Kompor Induksi (Listrik Induksi) untuk area perkotaan dan penyaluran Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar alternatif penganti LPG.
Fokus Utama Kebijakan
Digitalisasi & Pembatasan Tepat Sasaran: Selain uji coba konversi alat, pemerintah juga memperketat pendataan berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan). Hanya masyarakat terdaftar yang tergolong miskin dan UMKM rentan yang berhak mengakses gas bersubsidi selama masa transisi.
Penggunaan Kompor Induksi: PT PLN (Persero) turut mendukung uji coba ini dengan memberikan paket bantuan kompor listrik gratis beserta peningkatan daya listrik rumah tangga bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang terpilih.
Proyek DME dari Batu Bara: Pemerintah mendorong percepatan hilirisasi batu bara menjadi DME yang memiliki karakteristik pembakaran mirip LPG, namun ditargetkan memicu efisiensi anggaran subsidi jangka panjang.
Tanggapan dan Antusiasme Masyarakat
Uji coba ini memicu beragam tanggapan dari publik. Sebagian warga menyambut positif bantuan kompor listrik karena dinilai lebih aman dan efisien. Namun, sebagian masyarakat pedagang kecil dan warga daerah terpencil menyampaikan kekhawatiran terkait ketersediaan pasokan listrik dan kebiasaan memasak sehari-hari.
“Uji coba ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta mengukur efisiensi penggunaan anggaran negara. Pemerintah berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar tanpa memberatkan masyarakat kecil,” ujar perwakilan dari Kementerian ESDM.
Proses evaluasi dari program pilot ini dijadwalkan akan menentukan arah kebijakan penerapan konversi LPG 3 kg secara serentak di seluruh wilayah Indonesia ke depannya.
(Mnur)

