JAKARTA TIMUR, Quick respons– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah banjir dan tata ruang dengan mengembalikan fungsi lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Jakarta Timur menjadi waduk. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa eksekusi pembersihan dan normalisasi lahan tersebut akan segera dilakukan setelah adanya laporan tuntas dari Dinas Lingkungan Hidup.
Langkah ini diambil menyusul ditemukannya sejumlah titik penumpukan sampah ilegal
Di bantaran kali dan area resapan air di wilayah Jakarta Timur, khususnya di kawasan Cakung dan Pulo Gadung. Tumpukan sampah yang tidak terkendali selama bertahun-tahun dinilai telah menyumbat aliran air dan mengurangi kapasitas tampung waduk alami, sehingga memperparah genangan saat musim hujan.
“Kami tidak akan mentolerir adanya TPS liar yang merusak ekosistem kota. Lahan-lahan ini adalah aset vital untuk pengendalian banjir. Setelah tim DLH menyelesaikan pendataan dan pembersihan awal, kami akan langsung melakukan normalisasi agar fungsinya sebagai waduk kembali optimal,” ujar Pramono Anung saat meninjau lokasi di Cakung, Selasa (4/8/2026).
Pramono menjelaskan bahwa proses pengembalian fungsi lahan ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari evakuasi sampah menggunakan alat berat, pembersihan lumpur, hingga penanaman vegetasi pencegah erosi di sekitar bibir waduk. Pemprov juga akan memasang pagar permanen dan CCTV untuk mencegah warga atau oknum tertentu kembali membuang sampah di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menambahkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi lima titik utama TPS liar di Jakarta Timur yang berpotensi menjadi waduk atau area resapan. “Total volume sampah yang harus dievakuasi mencapai ribuan ton. Kami juga akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan struktur tanah dan aliran air kembali stabil,” jelasnya.
Rencana ini mendapat sambutan positif dari warga setempat yang selama ini mengeluhkan bau tidak sedap dan banjir rutin akibat tersumbatnya saluran air. Ketua RW 05 Cakung Barat, Budi Hartono, menyatakan dukungannya
“Warga sudah lama berharap tempat ini dibersihkan. Jika jadi waduk, selain bebas banjir, area ini bisa dijadikan taman edukasi lingkungan bagi anak-anak,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh lahan eks-TPS liar di Jakarta Timur dapat kembali berfungsi
maksimal pada akhir tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program besar “Jakarta Bebas Banjir 2030” yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah resmi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
(Mnur)

