JAKARTA, Quick respons– Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menunjukkan ketegasannya dalam perang melawan narkoba dengan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika senilai triliunan rupiah. Dalam acara yang digelar di Pusat Pemusnahan Barang Bukti BNN,Tangerang,pada Rabu (22/7/2026),sebanyak3,37ton berbagai jenis narkotika dimusnahkan menggunakan metode insinerasi (pembakaran) bersuhu tinggi.
Kepala BNN, Letjen Pol. Heru Suhartanto, menyatakan bahwa pemusnahan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk membersihkan Indonesia dari peredaran gelap narkotika. “Ini adalah pesan tegas bagi para bandar, kurir, dan pengedar bahwa negara tidak akan pernah kompromi dengan kejahatan narkoba. Barang-barang ini tidak akan pernah lagi meracuni generasi bangsa,” ujar Heru dalam sambutannya.
Jenis narkotika yang dimusnahkan di dominasi oleh sabu-sabu(methamphetamine) sebanyak 2,8 ton, diikuti oleh ganja kering seberat 400 kilogram, serta ekstasi dan bahan prekursor lainnya. Total nilai pasar dari barang bukti yang dimusnahkan ini diperkirakan mencapai Rp15 triliun jika beredar di jalanan. Barang-barang tersebut merupakan hasil penyitaan dari ratusan kasus besar yang ditangani BNN bersama Polri dan Bea Cukai sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026.
Dalam kesempatan yang sama, BNN juga mengumumkan strategi “Penguatan Total” yang akan dijalankan ke depan. Strategi ini mencakup tiga pilar utama:
Penegakan Hukum yang Lebih Agresif: Mempercepat proses penyidikan dan penuntutan terhadap jaringan sindikat internasional, serta menerapkan hukuman maksimal bagi pelaku utama.
Pencegahan Berbasis Teknologi: Menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mendeteksi pola transaksi mencurigakan dan pergerakan kurir narkoba di media sosial serta platform digital lainnya.
Rehabilitasi Terintegrasi: Meningkatkan kapasitas pusat rehabilitasi untuk menangani pecandu sebagai korban, bukan sekadar kriminal, dengan pendekatan medis dan psikososial yang lebih humanis.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Yusrizal Ghani, yang hadir dalam acara tersebut, mendukung penuh langkah BNN. “Koordinasi antar-lembaga harus terus diperkuat. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Narkoba adalah ancaman eksistensial bagi ketahanan nasional,” tegasnya.
Acara pemusnahan disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, serta organisasi masyarakat dan tokoh agama. Proses pembakaran dilakukan secara transparan dan ramah lingkungan dengan filter emisi khusus untuk mencegah pencemaran udara.
BNN mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba
melalui layanan call center 155 atau aplikasi Lapor!. “Perang ini tidak akan menang jika hanya mengandalkan aparat. Peran serta masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pemberantasan narkoba di Indonesia,” tutup Kepala BNN.
Dengan dimusnahkannya 3,37 ton narkotika ini, BNN berharap dapat memutus mata rantai distribusi dan memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat melanggar undang-undang narkotika di Tanah Air
(Mnur)

