3 November 2026

Bank Indonesia Resmi Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Seluruh Transaksi Diproses di Dalam Negeri

JAKARTA, Quick Respons-– Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peluncuran produk keuangan nasional ini menandai tonggak sejarah baru dalam upaya meningkatkan kedaulatan sistem pembayaran dan mengurangi ketergantungan terhadap jaringan kartu kredit internasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

menyatakan bahwa KKI dirancang sebagai instrumen pembayaran ritel yang sepenuhnya diproses di dalam negeri (domestic processing). “Dengan KKI, seluruh data transaksi dan proses penyelesaian (settlement) dilakukan di infrastruktur nasional. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga keamanan data keuangan masyarakat dan memperkuat stabilitas sistem pembayaran domestik,” ujar Perry dalam acara peluncuran di Jakarta.

Pada tahap awal, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital yang terintegrasi dengan aplikasi perbankan peserta dan dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS Code Indonesian Standard). Hal ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan pembayaran nontunai di jutaan merchant QRIS di seluruh Indonesia dengan fasilitas kredit yang lebih fleksibel.

Keunggulan dan Manfaat KKI:

Kedaulatan Data & Keamanan: Karena seluruh transaksi diproses di dalam negeri, risiko kebocoran data ke luar negeri dapat diminimalisir. BI bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan berbagai bank penerbit untuk memastikan standar keamanan tertinggi.

Biaya Lebih Efisien: Dengan menghilangkan biaya cross-border dan lisensi jaringan internasional, biaya transaksi bagi merchant dan nasabah diharapkan menjadi lebih kompetitif.

Dukungan Ekonomi Nasional: Perputaran uang melalui KKI akan tetap berada di dalam ekosistem keuangan Indonesia, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Aksesibilitas Luas: KKI ditujukan tidak hanya untuk kalangan tertentu, tetapi juga untuk masyarakat umum yang sebelumnya mungkin sulit mengakses kartu kredit konvensional karena persyaratan yang ketat.

Perry menambahkan, peluncuran KKI merupakan bagian dari visi BI untuk mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif. “Kami berharap KKI dapat menjadi alternatif pembayaran yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengurangan penggunaan uang tunai (less cash society),” tambahnya.

Sejumlah bank besar di Indonesia telah siap menjadi penerbit KKI pada fase perdana ini. Nasabah dapat mengajukan KKI melalui aplikasi mobile banking masing-masing dengan proses verifikasi yang lebih sederhana dibandingkan kartu kredit konvensional.

Rencana ke depan BI

Akan mengembangkan KKI menjadi kartu fisik dan memperluas jaringannya agar dapat diterima tidak hanya di merchant QRIS, tetapi juga di mesin EDC dan platform e-commerce internasional, namun tetap dengan pemrosesan data yang berpusat di Indonesia.

Langkah berani BI ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan

termasuk pelaku industri fintech dan perbankan, yang menilai KKI sebagai inovasi yang tepat waktu di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan data digital

(Mnur)

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur dan Antisipasi Longsor, Pemdes Tegalpanjang Bogor Tuntaskan Pembangunan TPT Tahap I 2026 ​BOGOR — Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur wilayah dan menjaga keselamatan warga. Melalui pemanfaatan Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun Anggaran 2026, Pemdes Tegalpanjang secara resmi telah merampungkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dua lokasi strategis. ​Adapun dua titik fokus pembangunan TPT tersebut berlokasi di Kampung Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kampung Cibeureum Cibarengkok. Pembangunan ini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi ancaman pergeseran tanah serta memperkokoh akses transportasi masyarakat setempat. ​Kepala Desa Tegalpanjang, Hj. Ratna Dewi, menegaskan bahwa realisasi anggaran Bantuan Keuangan ini diarahkan sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait kestabilan infrastruktur desa. ​”Pembangunan TPT di Kp. Cibarengkok Babakan Cangkudu dan Kp. Cibeureum Cibarengkok ini merupakan wujud nyata komitmen Pemdes Tegalpanjang dalam mengoptimalkan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor Tahap Pertama Tahun 2026. Kami menyadari betul pentingnya TPT ini, bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga benteng pencegah potensi longsor yang menjaga keamanan pemukiman warga serta menjamin kelancaran aktivitas perekonomian lokal,” ujar Hj. Ratna Dewi. ​Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pengerjaan dijalankan secara transparan dan melibatkan peran aktif swakelola masyarakat setempat. ​”Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas alokasi bantuan ini, serta seluruh warga Tegalpanjang yang bergotong-royong mendukung proses pembangunannya. Semoga TPT yang telah dibangun ini membawa manfaat jangka panjang, memberikan rasa aman, dan semakin mendorong kemajuan Desa Tegalpanjang,” tambahnya. ​Pelaksanaan proyek infrastruktur ini berlandaskan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, antara lain: • ​Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 3 Tahun 2024), yang memberikan kewenangan kepada desa dalam mengelola pembangunan dan hak asal usul demi kesejahteraan masyarakat. • ​Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang menjadi pedoman tata kelola transparansi dan akuntabilitas anggaran desa. • ​Peraturan Bupati Bogor tentang Tata Cara Pengalokasian dan Penyaluran Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, sebagai dasar hukum teknis pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana di wilayah Kabupaten Bogor. ​Dengan rampungnya pembangunan TPT di dua lokasi tersebut, Pemdes Tegalpanjang berharap daya tahan lingkungan semakin meningkat dan mobilisasi warga antar-kampung dapat berjalan lebih aman dan lancar. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *