JAKARTA, Quickrespons – Jagat media sosial dan grup WhatsApp belakangan ini dihebohkan oleh kabar adanya teror penampakan hantu pocong di permukiman warga kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, kabar tersebut dipastikan murni hoaks alias berita bohong.
Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad Supriyanto, S.H., M.H., menyatakan bahwa isu tersebut bersumber dari keisengan seorang anak di bawah umur yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk merekayasa foto.
“Terkait berita viral tentang teror pocong di wilayah Ciracas, khususnya di Jalan Raya Centex, Gang Masjid, RT 004/RW 010, Kelurahan Ciracas, kami pastikan adalah hoaks,” ujar Kompol Rohmad dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Kronologi Keisengan Berujung Viral
Berdasarkan hasil cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi oleh personel Polsek Ciracas, insiden ini bermula dari ulah seorang anak berinisial AS (12), siswa kelas 5 sekolah dasar yang tinggal di sekitar lokasi.
AS diketahui mengedit tangkapan layar (screenshot) dari rekaman kamera CCTV di Gang Masjid 3. Ia menggunakan aplikasi AI berbasis teks (ChatGPT) dengan memasukkan instruksi (prompt) untuk menambahkan objek hantu pocong pada latar belakang foto jalanan tersebut.
Setelah hasil editan foto tampak meyakinkan, AS kemudian memasang foto tersebut sebagai status di akun WhatsApp pribadinya.
Keisengan ini berlanjut ketika salah satu temannya, MAM (13), melihat status WhatsApp tersebut. Karena mengira foto itu asli atau berniat ikut iseng, MAM mengambil tangkapan layar status AS dan menyebarkannya ke berbagai platform media sosial lainnya. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut memicu keresahan dan kepanikan di kalangan warga setempat hingga menjadi viral.
Polisi Turun Tangan, Berakhir Damai
Merespons keresahan masyarakat, jajaran Polsek Ciracas langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan. Polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Ketua RW 10 Sukimin dan Ketua RT 004 Karsiman, serta memeriksa langsung rekaman asli dari kamera CCTV di lokasi yang dimaksud.
Setelah dilakukan klarifikasi, pihak kepolisian memanggil kedua anak tersebut didampingi oleh orang tua masing-masing. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, di mana pihak keluarga pelaku telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan klarifikasi dan edukasi kepada warga, situasi di lingkungan Jalan Raya Centex kini kembali aman dan kondusif.
Kompol Rohmad juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih bijak mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan gawai dan teknologi kecerdasan buatan, sehingga tidak menimbulkan disinformasi yang dapat meresahkan ruang publik.(MN)

